Nepenthes
Maret 17, 2007
Selayang Pandang tentang Kantong Semar
Bagi kalangan pencinta tanaman, jenis ini merupakan pendatang baru yang sedang naik daun. Kantong Semar sebuah nama yang tidak asing lagi bagi kita akan tetapi masih banyak orang yang belum melihat secara lansung si Tanaman Karnivora. Nepenthes, pertama kali dikenalkan oleh J.P Breyne. Nama Nephentes diambil dari sebuah nama gelas anggur. Di Indonesia, disebut sebagai kantong semar, dengan sebutan beragam di berbagai daerah, periuk monyet (Riau), kantong beruk (Jambi), ketakung (Bangka), sorok raja mantri (Jawa Barat). ketupat napu (Dayak Katingan), telep ujung (Dayak Bakumpai), dan selo begongong (Dayak Tunjung).
Tumbuhan yang termasuk dalam golongan tumbuhan liana (merambat) ditanah ataupun di ranting-ranting pohon,berumah dua, serta bunga jantan dan betina terpisah pada individu yang berbeda. Hidup di tanah (terrestrial), ada juga yang menempel pada batang atau ranting pohon lain (epifit). Kantong Nepenthes merupakan perubahan bentuk dari ujung daun yang memiliki fungsi menjadi perangkap serangga atau binatang kecil lainnya. Karenanya tumbuhan ini digolongkan sebagai tanaman karnivora (carnivorous plant), selain Venus Flytrap (Dionaea muscipula), sundews (Droseraceae) dan beberapa jenis lainnya. Tanaman karnivora umumnya hidup pada tanah miskin hara, khususnya nitrogen, seperti kawasan kerangas.
Nepenthes termasuk dalam famili Nepenthaceae dan kelas Magnoliopsida pada umumnya tumbuh pada hutan hujan tropik dataran rendah, hutan pegunungan, hutan gambut, hutan kerangas, gunung kapur, padang savanna dan tepi danau. Nepenthes tersebar mulai dari Australia bagian utara, Asia Tenggara, hingga Cina bagian selatan. Terdapat sekitar 82 jenis nepenthes di dunia dan 64 jenisnya berada di Indonesia Borneo (Kalimantan, Serawak, Sabah, dan Brunei) merupakan pusat penyebaran nepenthes di dunia. Sesuai dengan ketinggian tempat hidupnya, Nepenthes dibagi menjadi tiga golongan, yaitu yang hidup pada dataran rendah (0-500 mdpl (meter dari permukaan laut)), dataran menengah (500-1.000 mdpl) dan dataran tinggi (di atas 1.000 mdpl). Untuk di dataran rendah meliputi jenis N. gracilis, N. mirabilis, N. reinwardtiana, dan N. raflesiana, N. adnata, N. clipeata, N. mapuluensis merupakan jenis yang dapat hidup di dataran menengah. Sedangkan yang dapat tumbuh baik di dataran tinggi meliputi N. diatas, N. densiflora, N. dubia, N. ephippiata dan N. eymae. Perbanyakan tanaman Nepenthes dilakukan melalui stek batang, biji dan memisahkan anakan. Umumnya Nepenthes yang hidup terrestrial di dataran rendah tumbuh di tempat-tempat yang berair atau dekat sumber air pada substrat yang bersifat asam. Nepenthes juga membutuhkan cahaya matahari intensif dengan panjang siang hari antara 10-12 jam setiap hari sepanjang tahun, dengan suhu udara antara 23-31°C dan kelembaban udara antara 50-70%.
Manfaat Kantong Semar
Selain semangat tanaman hias Kantong Semar juga memiliki fungsi yang tidak kalah penting, diantaranya :
1. Sebagai Indikator Iklim
Jika pada suatu kawasan atau areal di tumbuhi oleh Nepenthes gymnamphora, berarti kawsan tersebut tingkat curah hujannya cukup tinggi, kelembapan diatas 75 %, tanahnya pun miskin unsur hara
2. Tumbuhan Obat
Cairan dari kantong yang masih tertutup, digunakan sebagai obat batuk.
3. Sumber air minum bagi Petualang
Bagi para pendaki gunung yang kehausan kantong semar jenis N. gymnamphora merupakan sumber air yang layak minum karena pH-nya netral (6-7), tetapi kantong yang masih tertutup, karena kantong yang terbuka sudah terkontaminasi dengan jasad serangga yang masuk kedalam, pH-nya 3 dan rasanya masam.
4. Sebagai Pengganti tali
Batang dari Kantong Semar ini bisa di gunakan sebagai pengganti tali untuk pengikat barang.
Ancaman Si Kantong Semar
Semua jenis Nepenthes adalah dilindungi, akan tetapi keberadaannya sekarang ini sudah semakin sedikit. Habitatnya yang semakin sempit baik itu di karenakan aktifitas manusia secara lansung maupun maupun tidak lansung.
Ancaman terhadap si Kantong Semar :
1. Pembukaan Kawasan Tambang
2. Pembukaan Kawasan Untuk Tambak
3. Eksploitasi jenis untuk di komersilkan
Pesona nephentes kini kian melejit. Banyak penggemar tanaman mulai mengoleksi beragam jenisnya. Keunikan sosok dan sifat menjadi daya tarik utama. Misalnya, kemampuan tanaman memangsa serangga. Meski umum ditemukan di dataran tinggi, tetapi beberapa mampu beradaptasi di dataran rendah. Sayang, merawat agar kantongnya banyak dan memperbanyak nephentes tidaklahlah mudah. Butuh penanganan dan perawatan yang tepat agar tampil prima. Bila tak piawai merawat, biarkan keindahan kantong semar itu berada di habitatnya agar si pemangsa tetap jadi penguasa Rimba Raya.
Entry Filed under: Flora. .
8 Comments Add your own
Leave a Comment
Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed
1.
kiky | Mei 30, 2007 at 9:55 am
wahhh…Q juga lagi suka menanam (apa aja…sich), Q mo tanya nich (boleh kan?) jenis nephentes apa aja sich yang ga boleh di ambil dari alam?apa semua jenis nephentes dilindungi???trim’s
2.
@dmin | Juni 7, 2007 at 1:05 pm
tuk QQ, silahkan kunjungi alamat web ini moga ini bisa menjadi referensi bagi kita semua…..dan masih nyusul yang lainnya
http://www.cites.org/eng/app/appendices.shtml
3.
lia amelia | Juni 16, 2007 at 6:57 am
emg keren bgt! Q jg alhamdulillah dah ada 8 jenis..
4.
rizki | September 3, 2007 at 11:40 am
saya heran katanya nephentes dilindungi, tapi kenapa bisa terus berkurang, namanya saja dilindungi harusnya ya benar-benar harus dijauhkan dari ancaman kepunahan dan ketamakan manusia.
lalu saya juga mau bertanya tentang manfaat untuk obat, apakah cairan dalam kantong semar itu langsung diminum begitu saja atau diolah (direbus) terlebih dahulu?
5.
Y@nDi | September 13, 2007 at 3:59 am
kenapa bukan orang Indonesia yang bengga dengan kekayaan alamnya, malah orang lain yang berbangga hati telah memberi nama temuannnya yang ada di indonesia. kemana para pencinta kantung semar Indonesia ? apakah kalian tidur ? ayo kita benahi bergandeng tangan mencoba mambenahi yang sedah tercoreng oleh tangan-tangan serakah
6.
ndawe | September 14, 2007 at 4:59 pm
nephentes emang dilindungi, tapi upaya perlindungannya secara nyata tidak nampak.
nda menemukan masih banyak tumbuh di alam sumatra tepatnya di Bengkulu kab. seluma. tumbuh subur di satu bukit yang masih termasuk dataran rendah. pecinta kantong semar akan berdecak kagum dengan melihat habitat aslinya.
lokasinya mudah dijangkau, dari bandara Bengkulu cuma satu jam perjalanan darat pakai mobil.
silahkan kalau ada yang mau melihat langsung, kami siap mengantar ke lokasi.
7.
poe3 | Oktober 17, 2007 at 9:21 am
Hm…. kakaKQ yang gi krja i Palangka seing kRim tnMan ne k Jawa…
Seringnya se.. bareng anggrek hitam ma sarang semut…
apa ne ganggu keberadaannya yaCh…
Pi maNk seRu banget bisa punya Tmbuhan Aneh maCam ini…
apalagi ada sarang semutnya… wow… keren abis….
jadi pgin ke Palangka d…
8.
eko | Oktober 30, 2007 at 8:31 am
slm kenal ya,,
sy d rmh puny nephentes,tp kok tumbuhnya lambat ya??ada yg bs bantu ga,,,,,
trims be for