Spesies Baru untuk Macan Dahan di Kalimantan

Maret 17, 2007

new-picture.pngJENEWA, KAMIS – Meski sudah diidentifikasi lebih dari 100 tahun lalu, macan dahan yang ditemukan di Pulau Kalimantan dan Sumatera baru diketahui sebagai spesies baru sejak akhir tahun lalu. Hasil tes DNA menunjukkan, macan dahan asal Indonesia itu memiliki banyak perbedaan sifat genetik dengan macan dahan sejenis yang tersebar di Benua Asia.

Mulai saat ini, Neofelis diardi menjadi nama spesies barunya. Sebelumnya macan dahan Kalimantan disebut dengan nama spesies Neofelis nebulosa diardi. Macan dahan pertama kali diidentifikasi pada tahun 1821 oleh naturalis Inggris Edward Griffith dan diberi nama ilmiah Neofelis nebulosa. Sampai sekarang, seluruh macan dahan yang banyak ditemukan di Asia diklasifikasikan ke dalam satu spesies dengan beberapa varian subspesies.

Namun, tes DNA yang dilakukan di National Cancer Institute (NCI), AS menunjukkan bahwa macan dahan di Kalimantan dan Sumatera memiliki 36 perbedaan sifat genetik dibandingkan macan dahan umumnya. Sebagai perbandingan, singa dan harimau yang sama-sama kucing besar memiliki perbedaan sifat genetik 56. Hasil penelitian yang dilakukan Valerie A. Buckley-Beason dari Laboratorium Keanekaragaman Genom di NCI dan sejumlah koleganya dilakukan terhadap 109 macan dahan yang hidup di wilayah berbeda. Temuan ini telah dipublikasikan hasilnya di jurnal Current Biology pada 6 Desember 2006.

“Selama lebih dari 100 tahun kami melihat hewan ini dan tidak menyadari bahwa ia unik,” ujar Stuart Chapman, koordinator Heart of Borneo, program World Wide Fund (WWF) yang bertujuan menjaga kelestarian hutan di Pulau Kalimantan. Macan dahan yang baru diklasifikasikan sebagai spesies baru itu diperkirakan tersisa antara 5.000 hingga 11.000 ribu di Kalimantan dan antara 3.000 hingga 7.000 di Sumatera. 

Ia memiliki corak seperti awan yang kecil, corak bergaris ganda di punggung, dan warna rambut berwarna abu-abu yang lebih gelap daripada spesies sejenisnya. Sedangkan, macan dahan sejenis yang tersebar di Nepal, China Selatan, dan Asia Tenggara memiliki corak awan besar, corak bergaris hanya di dekat ekor, dan warna rambut yang cerah.

Neofelis diardi merupakan predator utama di Kalimantan yang masuk wilayah Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam. Makanannya monyet, rusa, burung, dan kadal. Ukuran gigi taring terhadap tubuhnya tergolong paling panjang di antara kucing lainnya. Harapan hidupnya kini hanya tersisa di kawasan Heart of Borneo, hutan tropis di bagian tengah Borneo seluas 220 ribu kilometer persegi yang bulan lalu ditetapkan pemerintah Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam sebagai kawasan konservasi.

Temuan ini membuktikan semakin pentingnya upaya konservasi di Pulau Kalimantan. Akhir tahun lalu, WWF mengumumkan penemuan 52 spesies baru, termasuk 30 jenis ikan dan tumbuh-tumbuhan di pulau tersebut.


Sumber: AP
Penulis: Wah

Entry Filed under: Fauna. .

Leave a Comment

Required

Required, hidden

Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Halaman

 

Maret 2007
S S R K J S M
    Apr »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Meta

a

Tulisan Terakhir

saya

Komentar Terakhir

anita mila okta fani di Dongeng Cinderella
?????? di Kelinci Belang Sumatera Tereka…
hzty di Dongeng Cinderella
arif luqman hakim di T3nt@nkqu
Debzz di Dongeng Cinderella

Arsip

Blog Stats

Top Clicks

Watch videos at Vodpod and other videos from this collection.

Berita

Blogroll

Surat

Teman

Feed