Main Gelap-gelapan di UNMUL
Maret 21, 2007
Ih ……serem
Kini samarinda sedang gencar-gencarnya program Wajib Mati Lampu 12 jam. Upaya penghematan energi oleh pemerintah seharusnya kita dukung. Di dalam iklan tv kita di haruskan mengunakan energi listrik secara hemat mulai jam 06.00 sampai 17.00 klu ga salah. Di kampus UNMUL pelaksanaan jam-jam hemat itu juga dilaksanakan. Dari dulu pemerintah pengen menuntaskan kemiskinan dan kebodohan. Klu dilihat-lihat kena juga tuh program mati lampu dengan penuntasan kemiskinan, karena banyak orang gak pakai energi listrik, banyak rumah orang miskin yang terbakar sehingga tidak ada lagi orang miskin. Klu di hubungkan dengan penuntasan kebodohan yang jelas adik-adik kita, temen-temen atau kita sendiri tidak menonton sinetron, atau Rahasia Ilahi karena biasanya tontonan tv membuat kita malas belajar, nah dengan matinya lampu kita bisa manfaatkan untuk cepat tidur (cepat ngantuk klu mati lampu, kelupaan deh belajar), hampir semua tehnologi memakai energi kaya kipas angin, lampu belajar, komputer, dispenser dengan kegiatan hemat energi kita bisa belajar memasak secara manual walaupun masak sedikit gosongnya banyak, klu kepanasan tinggal cari karton atau kipas maka jadi deh olahraga tangan.
Dikampus juga dosen-dosen yang biasanya pakai LCD atau Proyektor kini harus tulis tangan di whiteboard asikkan, biasanya tergantung komputer kini biasakan menggunakan mesin ketik, klu mau uian biasanya mahasiswa menggunakan sistem perfotocopian kini harus tulis tangan klu lagi mati lampu. Kondisi kampus klu malam cukup romantis apalagi klu sedang listrik mati pastia ada aja yang pacaran di lokasi gelap-gelap. Kenapa ya kampus kita gak pakai genset sendiri (seUNMUL), terkadang hanya beberapa fakultas yang memiliki genset sendiri itupun kadang-kadang aja di pakai. Banyak alasan yang diberikan, biar kita tidak tergantung dengan listrik dll………apalah.
Þ Mohon Maaf kepada UNMUL karena sudah nyebutkan nama
Þ Jika ada kesamaan nama atau tempat mohon dimaafkan karena itu bukan kesengajaan mungkin kebodohanku tak sanggup menyembunyikan suatu kebenaran
Orang yang merasa bodoh dan terbodohi(@z)
Entry Filed under: Serba-serbi. .
1 Comment Add your own
Leave a Comment
Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed
1.
esti dwi cahyani | Oktober 3, 2007 at 6:45 am
saya tidak sependapat dengan anda tentang solusi untuk tidak tergantung listrik, karena memang listrik adalah bentuk energi yang praktis, bersih dan ramah lingkungan. Jadi yang diperlukan adalah bagaimana kita mencari alternatif sumber energi lain terbarukan sebagai sumber pembangkit listrik. Jika di lihat Indonesia memiliki potensi yang besar untuk mengembangkannya. Dan itulah yang menjadi tugas kita sebagai mahasiswa untuk mengabdi kepada rakyat.